ads
ads

Mengapa Shaf Makmum setelah Ramadhan kembali Menyurut?

Bagikan  
PIN IT! shadow

"Sepeninggalan bulan ramadhan, banyak dari kita memilih untuk tidak kembali ke fitrah.."

Pendapat Pribadi – Bulan ramadhan, sejatinya bulan yang diharapkan umat muslim diseluruh dunia.. terlebih bulan tersebut adalah bulan dimana pintu-pintu surga terbuka bagi siapa saja yang mengharapkannya.. dan memohon pengampunan atas dosa-dosa yg yang pasti semua orang memiliki-nya.

 

Pertanyaan-nya..

Mengapa setelah bulan Ramadhan masjid-masjid kembali sepi, tak se-indah bulan ramadhan?

 

Renungan saja, apakah karena bulan ramadhan bulan yang dilipatgandakan atas amalan-amalan shaleh yang kita kerjakan?

 

Bukankah, sejati-nya bulan ramadhan ini proses menuju kembali ke fitrah? proses dimana kita “dilatih” untuk menahan hawa nafsu, dan istiqamah dalam menjalankan ibadah wajib ataupun sunnah..

 

Lalu, mengapa setelah berakhir iedul fitri (kembali ke fitrah) kita malah kembali lalai dalam beribadah?

 

Sepertinya ada yang salah dengan pola pikir kita, ini bukan masalah kecil.. justru setelah bulan ramadhan.. bulan-bulan lain-nya lah yang menentukan hasil dari latihan di bulan ramadhan sebelumnya, apakah keimanan kita meningkat? menerapkan apa yang sudah “dilatih” saat bulan ramadhan?

 

Miris saja, setelah bulan ramadhan kita kembali disibukan dengan urusan-urusan dunia, yang tak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.. hingga kembali lalai setelah meninggalkan-nya..

 

Inilah, yang terjadi pada kebanyakan dari kita.. hanya sekedar mengingatkan diri sendiri.. mungkin kita hanya tak sadar akan hal itu..  Semoga tulisan ini, menjadi pengingat untuk pribadi dan manfaat untuk orang-orang yang membaca-nya..

 

Salam 🙏, Kang Rian – Tetangga sebelah.

Kang Rian

Penulis Kang Rian Tetangga sebelah, yang "Mungkin" sedikit berbeda dan lebih berwarna.